Pemkab Siap Lakukan Persiapan Penilaian Piala Adipura

Opitimis raih Adipura kategori kota kecil terbersih, Seretaris Daerah Kabupaten (Sekda Kab) Siak Adli Malik pimpin rapat koordinasi dalam penilaian tim Adipura beberapa hari lagi, untuk itu dihimbau seluruh Instansi yang terkait untuk segera bersiap.
Dalam rapat menghadapi penilaian Adipura kategori kota kecil untuk P2 (pemantauan 2) dan dalam rangka mewujudkan pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, sehingga pengelolaan kebersihan lingkungan khususnya di daerah perkotaan perlu diupayakan secara berkelanjutan.
‘‘Saya berharap kepada para stakeholder agar dapat meningkatkan nilai yang sudah ada serta memperbaiki titik-titik pantau kita yang masih rendah, untuk diketahui pada hasil pemantauan pertama tahun 2010-2011 Kabupaten Siak memperoleh nilai 71.54, artinya nilai yang diperoleh tersebut belumlah cukup untuk mendapatkan piala Adipura, sehingga pada pantau kedua nanti yang dilakukan akhir Maret atau April 2011 ini kita harus bisa mendapatkan nilai diatas 76 untuk meraih predikat Adipura" terang Adli Malik.
Selain itu Adli Malik mengatakan,"Kepada para, instusi terkait maupun pihak-pihak yang terlibat, baik masyarakat maupun pelaku usaha agar senantiasa mendukung sepenuhnya program Adipura ini, dan bahkan untuk institusi yang terkait agar menganggarkan dana guna mendukung program-program tersebut, sehingga nantinya kita bisa memberikan kado Istimewa untuk Bupati Siak H. Arwin AS, SH pada akhir masa jabatannya nati," ujarnya.
Selain itu Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregion Sumatera N. Ikuten Brahmana berharap agar kota Siak pada pemantauan nantinya bisa mendapat piala Adipura, artinya Siak harus mengejar nilai 75,00’. Budaya hidup bersih harus tertanam di masyarakat, bukan sekadar prestise, simbolis Adipura.
"Semangat Adipura adalah partisipasi masyarakat untuk sadar hidup bersih dan sehat," ujar Ikuten Brahmana
Selain itu kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Siak Nuzirwan Aziz mengatakan bahwa Siak masih terdapat kekurangan-kekurangan yang harus dibenahi, seperti kurangnya penyebaran pohon peneduh di beberapa lokasi, belum adanya pemisahan sampah organik dan an-organik, masih adanya kegiatan pembakaran sampah oleh masyarakat dan saluran drainase yang kurang baik.
"Walaupun demikian berdasarkan penilaian fisik dari Pusat Pengelolaan Ekoregion Sumatera, secara keseluruhan Siak berada pada urutan pertama se-Riau, tetapi nilai tersebut belumlah mencapai standar untuk meraih piala Adipura. Untuk haruslah terus bebedah dan menciptakan perbaikan dalam beberapa hal yang dinilai masih kurang," terang Kepala BLH Siak.(riauterkini)


